Kamis, 23 April 2009

huhum inersia

Jenis kerangka acuan
Terdapat dua jenis kerangka acuan, yaitu: kerangka acuan inersia dan non-inersia. Jenis yang pertama adalah jenis kerangka acuan yang telah diisyaratkan oleh prinsip relativitas Newtonian [1].
[sunting] Kerangka acuan inersia
Suatu kerangka acuan inersia bertranslasi dengan suatu kecepatan konstan, yang berarti kerangka acuan itu tidak berotasi (hanya bertranslasi) dan pusat koordinatnya bergerak dengan kecepatan konstan di sepanjang sebuah garis lurus (dengan kecepatan tetap, tanpa adanya komponen percepatan). Dalam kerangka acuan inersia, berlaku hukum pertama Newton (inersia) dan juga hukum gerak Newton.
Beberapa cara untuk mendeskripsikan secara singkat suatu kerangka acuan inersial. Suatu kerangka acuan inersial adalah suatu kerangka acuan yang [2];
• bergerak dengan kecepatan konstan.
• tidak bergerak dipercepat.
• dimana hukum inersia berlaku.
• dimana hukum gerak Newton berlaku.
• dimana tidak terdapat gaya-gaya fiktif.
[sunting] Kerangka acuan non-inersia
Suatu kerangka acuan non-inersia, sebagai contoh mobil yang bergerak melingkar, atau komidi putar yang sedang berputar, berakselerasi atau/dan berputar. Hukum pertama Newton tidak berlaku dalam kerangka acuan non-inersial, yang terlihat dengan adanya percepatan pada obyek tanpa adanya gaya yang menyebabkannya dalam kerangka acuan tersebut. Kecepatan konstan saja tidak cukup untuk membuat suatu kerangka acuan menjadi kerangka acuan inersia, ia juga harus bergerak dalam garis lurus. Gerak berputar atau melengkung akan menyebabkan kerangka acuan tidak lagi menjadi inersia dikarenakan munculnya percepatan sentripetal.
Beberapa cara singkat untuk mendeskripsikan kerangka acuan non-inersia, yaitu, suatu kerangka acuan non-inersia adalah suatu kerangka acuan yang; [3]:
• kecepatannya berubah (berubah dipercepat, diperlambat atau bergerak dalam lintasan tidak lurus, --berbelok-belok--).
• dipercepat.
• dimana hukum inersia tidak lagi berlaku.
• dimana muncul gaya-gaya fiktif agar hukum gerak Newton tetap berlaku.
[sunting] Ilustrasi kerangka acuan inersia
Secara umum apabila suatu kerangka acuan inersia telah dipilih, maka diharapkan bahwa pengamatan yang dilakukan langsung pada obyek pengamatan itu atau hanya dari kerangka acuan relatif yang dipilih akan memberikan hasil pengamatan yang sama. Jika tidak, berarti ada yang salah dalam proses pemilihan kerangka atau dikatakan bahwa kerangka acuan tidak inersial.
[sunting] Kerangka acuan yang diam
Sebagai ilustrasi di bawah ini diambil kasus sebuah benda dijatuhkan tanpa kecepatan awal (gerak jatuh bebas) dari atas sebuah gedung [4]. Dimisalkan terdapat kemungkinan tiga pilihan titik (di atas gedung, di tengah dan di bawah) dan dua arah (ke atas dan ke bawah) untuk menentukan kerangka acuan inersial. Di sini diambil kasus khusus, yaitu antara koordinat semesta dan koordinat pengamat tidak saling bergerak satu sama lain (kecepatan konstan = 0).
Catatan:
• : posisi awal.
• : posisi akhir.
• : percepatan.
• : posisi pengamat di atas, dihitung dari lantai gedung.
• : posisi pengamat di tengah, dihitung dari lantai gedung.
• : waktu akhir, waktu yang diperlukan benda untuk sampai ke lantai gedung.
• : jarak akhir, jarak yang diperlukan benda untuk sampai ke lantai gedung dihitung dari posisi mula-mula ia dilepaskan.
[sunting] Kasus 1
Gambar Posisi
pengamat Arah y+ Persamaan gerak Jarak/waktu
tempuh
di atas


ke atas





[sunting] Kasus 2
Gambar Posisi
pengamat Arah y+ Persamaan gerak Jarak/waktu
tempuh
Berkas:Case-2.png
di atas


ke bawah





[sunting] Kasus 3
Gambar Posisi
pengamat Arah y+ Persamaan gerak Jarak/waktu
tempuh
di tengah


ke atas





[sunting] Kasus 4
Gambar Posisi
pengamat Arah y+ Persamaan gerak Jarak/waktu
tempuh
Berkas:Case-4.png
di tengah


ke bawah





[sunting] Kasus 5
Gambar Posisi
pengamat Arah y+ Persamaan gerak Jarak/waktu
tempuh
di bawah


ke atas





[sunting] Kasus 6
Gambar Posisi
pengamat Arah y+ Persamaan gerak Jarak/waktu
tempuh
Berkas:Case-6.png
di bawah


ke bawah





Nilai dicari dengan menggunakan

dan

Dalam contoh ini (kasus 1 - 6) telah dibuktikan bahwa nilai dan bernilai sama, tidak tergantung di mana pengamatan dilakukan dan arah y mana yang positif. Dan memang seharusnya demikian. Coba bayangkan apabila hukum-hukum yang sama tidak berlaku pada kerangka inersia, bagaimana orang dapat mengamati pergerakan awan, peredaran planet dan sebagainya dari bumi. Kita harus berada di sana untuk mengamatinya karena hasil yang didapat akan berbeda dengan pengamatan yang dilakukan dari bumi. Untunglah terdapat konsep ini sehingga pengamatan dapat dilakukan di tempat lain dan akan tetap memperoleh hasil yang sama.
[sunting] Kerangka acuan yang bergerak lurus beraturan

Ilustrasi dalam contoh ini adalah seorang pengamat sedang berada di atas sebuah bus yang bergerak lurus beraturan ( ) terhadap pengamat lain yang diam di suatu tempat. Sebuah obyek di-jatuhbebas-kan di atas bis. Kedua pengamat harus mengukur jarak tempuh dan waktu tempuh yang sama (dari posisi awal dijatuhkan sampai mencapai atap bis) karena kedua pengamat dilihat dari yang lainnya berada pada kerangka acuan inersial.
[sunting] Ilustrasi kerangka acuan non-inersial
Contoh sederhana kerangka acuan non-inersial adalah apabila suatu kerangka acuan bergerak lurus dipercepat atau bergerak melingkar (rotasi).
[sunting] Pegas dalam lift

Suatu contoh sederhana kerangka acuan non-inersia adalah kerangka acuan yang diletakkan dalam suatu lift dipercepat (baik ke atas maupun ke bawah) [5].
Suatu benda dan pegas diletakkan di dalam lift untuk membuktikan hal tersebut. Pengamat adalah pengamat dalam lift yang tidak bergerak terhadap obyek berupa suatu massa dan pegas, sedangkan pengamat adalah pengamat yang diam terhadap tanah.
Bila lift merupakan suatu kerangka acuan inersial ( ) maka panjang pegas adalah sama seperti panjang pegas mula-mula.
Akan tetapi bila lift dipercepat maka panjang pegas akan berubah. Pengamat akan menyaksikan suatu gaya fiktif bekerja pada pegas yang menyebabkan panjangnya berubah, padahal tidak ada gaya yang dikenakan padanya. Lain halnya dengan pengamat yang dengan jelas melihat mengapa pegas dapat berubah panjangnya. Hal ini dikarenakan lift yang bergerak dipercepat memberikan gaya normal kepada pegas sehingga panjangnya berubah.
[sunting] Gerak melingkar

Gerak melingkar merupakan contoh sederhana lain dari suatu tempat di mana peletakan suatu kerangka acuan padanya akan menyebabkan kerangka acuan menjadi non-inersia [6], walapun gerak melingkar yang dimaksud memiliki kecepatan putar tetap (gerak melingkar beraturan). Kecepatan putaran tetap adalah kecepatan linier yang diubah selalu arahnya setiap saat (dipercepat) dengan teratur, jadi pada dasarnya adalah suatu gerak berubah beraturan.
Dalam gerak melingkar baik yang vertikal, horisontal maupun di antaranya, terdapat perbedaan pengamatan antara pengamat yang diam di atas tanah dengan pengamat yang bergerak bersama obyek yang diamati , Pengamat dengan jelas melihat adanya gaya tarik menuju pusat yang selalu merubah arah gerak obyek sehingga bergerak melingkar (tanpa adanya gaya ini obyek akan terlempar keluar, hukum inersia Newton), akan tetapi tidak menyadari hal ini. tidak mengerti mengapa ia tidak jatuh (meluncur) padahal ia membuat sudut dengan arah vertikal. Dalam kasus ini timbul gaya fiktif yang seakan-akan menahan pengamat sehingga tidak jatuh.

Minggu, 12 April 2009



Kadang-kadang saya menerima permintaan untuk latihan yang tidak biasa bagian dari program pelatihan, namun namun bermanfaat. This one comes from desire of our Inventor Advanced Part and Introduction to Solid Modeling students wanting to do more with Patterns but not finding their obvious choice in the Rectangular Pattern command. Ini berasal dari keinginan para penemu Advanced Bagian dan Pengenalan Solid Modeling siswa ingin berbuat lebih banyak dengan Pola tetapi mereka tidak menemukan pilihan jelas dalam rectangular Pola perintah. Personally, I believe this command to be a misnomer like most advanced users. Secara pribadi, saya yakin perintah ini menjadi seperti nama yg salah paling maju pengguna. After you complete this exercise you will be able to understand how these advanced patterns can be created and gain a deeper perspective on the command. Setelah Anda menyelesaikan latihan ini Anda akan dapat memahami bagaimana pola lanjutan ini dapat dibuat dan mendapatkan pemahaman yang mendalam tentang perintah.

Kadang-kadang saya menerima permintaan untuk latihan yang tidak biasa bagian dari program pelatihan, namun namun bermanfaat. This one comes from desire of our Inventor Advanced Part and Introduction to Solid Modeling students wanting to do more with Patterns but not finding their obvious choice in the Rectangular Pattern command. Ini berasal dari keinginan para penemu Advanced Bagian dan Pengenalan Solid Modeling siswa ingin berbuat lebih banyak dengan Pola tetapi mereka tidak menemukan pilihan jelas dalam rectangular Pola perintah. Personally, I believe this command to be a misnomer like most advanced users. Secara pribadi, saya yakin perintah ini menjadi seperti nama yg salah paling maju pengguna. After you complete this exercise you will be able to understand how these advanced patterns can be created and gain a deeper perspective on the command. Setelah Anda menyelesaikan latihan ini Anda akan dapat memahami bagaimana pola lanjutan ini dapat dibuat dan mendapatkan pemahaman yang mendalam tentang perintah.

Download: Curve Driven Patterns (PDF ) Download: Curve Terutama Pola (PDF)

Excerpt: Petikannya:

Inventor's Rectangular Feature Pattern contains advanced options for complicated patterns of geometry including curve driven patterns based on curve length, distance, and spacing along a curve. Penemu's rectangular Fitur Pola berisi pilihan lanjutan untuk rumit pola geometri termasuk kurfa digerakkan berdasarkan pola melengkung panjang, jarak, dan jarak yang melengkung bersama. The Curve Length option uses the length of the path geometry (eg, line, spline) as the total distance between the first and last occurrence coupled with more complex sketches this type of Pattern is quite powerful. The Curve Panjang pilihan menggunakan panjang jalan geometri (misalnya, baris, spline) sebagai total jarak antara yang pertama dan terakhir terjadinya digabungkan dengan lebih kompleks sketsa jenis Pola ini cukup kuat.

Terutama Pola Curve

You can learn more about this command and more in one of our Inventor training classes or Manufacturing webcasts: Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang perintah ini dan yang lainnya di salah satu penemu kelas pelatihan atau Manufaktur webcasts:

Until next time, may your pattern curve in the right direction! Sampai waktu berikutnya, mungkin Anda pola curve di arah kanan!

Related Documents: Dokumen terkait:

National Training URL: http://training.engineering.com/ Pelatihan nasional URL: http://training.engineering.com/

Inventor Intro to Modeling Outline Penemu Intro ke Modeling Outline

Inventor Advanced Part Modeling Outline Tingkat lanjut penemu Bagian Modeling Outline
Excerpt: Petikannya:

Inventor's Rectangular Feature Pattern contains advanced options for complicated patterns of geometry including curve driven patterns based on curve length, distance, and spacing along a curve. Penemu's rectangular Fitur Pola berisi pilihan lanjutan untuk rumit pola geometri termasuk kurfa digerakkan berdasarkan pola melengkung panjang, jarak, dan jarak yang melengkung bersama. The Curve Length option uses the length of the path geometry (eg, line, spline) as the total distance between the first and last occurrence coupled with more complex sketches this type of Pattern is quite powerful. The Curve Panjang pilihan menggunakan panjang jalan geometri (misalnya, baris, spline) sebagai total jarak antara yang pertama dan terakhir terjadinya digabungkan dengan lebih kompleks sketsa jenis Pola ini cukup kuat.

Terutama Pola Curve

You can learn more about this command and more in one of our Inventor training classes or Manufacturing webcasts: Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang perintah ini dan yang lainnya di salah satu penemu kelas pelatihan atau Manufaktur webcasts:

Until next time, may your pattern curve in the right direction! Sampai waktu berikutnya, mungkin Anda pola curve di arah kanan!

Related Documents: Dokumen terkait:

National Training URL: http://training.engineering.com/ Pelatihan nasional URL: http://training.engineering.com/

Inventor Intro to Modeling Outline Penemu Intro ke Modeling Outline

Inventor Advanced Part Modeling Outline Tingkat lanjut penemu Bagian Modeling Outline